PENGARUH
MONITORING DIRI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PADA BIMBINGAN KONSELING
Oleh
Vina Nurita Rohmawati
2020
Monitoring diri atau self-monitoring merupakan kemampuan individu untuk menangkap petunjuk yang ada disekitarnya, baik personal maupun situasi yang spesifik untuk mengubah penampilannya, dengan tujuan untuk menciptakan kesan yang positif yang meliputi kemampuan individu untuk memantau perilakunya dan juga sensitivitas individu untuk melakukan pemantauan terhadap dirinya (Hiskawati, 2004). Tentunya dalam hal ini setiap individu memiliki cara yang berbeda-beda untuk menampilkan perilakunya kepada orang lain. Terkait dengan proses pembelajaran, antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya pun di dalam mengekspresikan dirinya sendiri memiliki cara yang tidak sama. Oleh karena itu, pembentukan karakter siswa merupakan salah satu pendidikan yang berkarakter di dunia pendidikan. Bimbingan dan konseling sendiri memiliki fungsi pengembangan diri sebagai salah satu upaya untuk memberikan bantuan kepada konseli atau siswa untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan karakter, minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa serta sebagai monitoring diri (self-monitoring).
Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti "to mark" (menandai). Karakter merupakan sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Karakter berperan untuk memfokuskan, bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu, seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara seoarang yang berperilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitanya dengan personality (kepribadian) seseorang. Seseorang bisa disebut orang yang berkarakter (a person of character) apabila perilakunya sesuai dengan kaidah moral.
Monitoring diri sebagai upaya
pembentukan karakter siswa
Baron
& Byne (1994) mengatakan bahwa individu yang memiliki self monitoring yang
rendah menunjukkan perilaku yang konsisten. Hal ini dikarenakan faktor internal
seperti kepercayaan, sikap dan minatnya yang mengatur tingkah lakunya. Maka
dalam hal ini monitoring diri membangun karakter siswa dengan memberikan
nilai-nilai kejujuran, kepercayaan, tanggung jawab, peduli terhadap sesama,
serta kesadaran diri. Dengan begitu siswa dapat menampilkan sikap dan perilaku
berdasarkan nilai-nilai karakter pendidikan yang telah ia terima.
Terkait
dengan pembentukan karakter siswa, Bimbingan dan konseling sendiri terdapat
bidang yang memfasilitasi perkembangan konseli atau peserta didik salah satunya
yaitu bidang “Pribadi”. Dimana aspek yang dikembangkan meliputi :
·
Memahami potensi diri dan memahami
kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis,
·
Menerima kelemahan kondisi diri dan
mengatasinya secara baik,
·
Mencapai keselarasan perkembangan antara
cipta-rasa dan karsa,
·
Mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan potensi diri secara optimal
berdasarkan nilai-nilai luhur budaya dan agama.
Maka
dalam hal ini bidang pribadi dalam bimbingan dan konseling menjadi monitoring
diri atau self monitoring untuk para
siswa sebagai pembekalan siswa untuk bisa manajemen diri (mengontrol diri)
dengan menyesuaikan dirinya terhadap situasi lingkungan di sekitarnya.
Monitoring diri sebagai manajemen
diri siswa
Berdasarkan
teori self monitoring, ketika
individu akan menyesuaikan dirinya dengan situasi tertentu, secara umum
menggunakan banyak petunjuk yang ada pada dirinya (self monitoring rendah)
ataupun sekitarnya (self monitoring tinggi) sebagai informasi. Individu dengan self monitoring diri selalu ingin
menampilkan citra diri yang positif dihadapan orang lain. Maka dalam hal ini
ketika individu berada di lingkungan sekolah ia akan mendapatkan status sebagai
seorang siswa. Pemberian status inilah yang kemudian membuat siswa akan
menyesuaikan dirinya dengan situasi dan kondisi yang ada di lingkungan sekolah.
Ketika siswa yang giat belajar kemudian mendapatkan ranking 3 besar di kelas
akan memberikan sebuah informasi bahwa dirinya merupakan sosok yang rajin,
tekun dan terampil sehingga ia pantas untuk mendapatkan prestasi dalam bidang
akademik. Dalam hal ini siswa bisa membaca pola pikir serta tindakan yang akan
mereka lakukan di saat pembelajaran atau disebut dengan “manajemen diri”.
Terkait
dengan manajemen diri, Bimbingan dan konseling sendiri terdapat bidang yang
memfasilitasi perkembangan konseli atau peserta didik salah satunya yaitu
bidang “Belajar”. Dimana aspek yang dikembangkan meliputi :
·
Menyadari potensi diri dalam aspek
belajar dan memahami berbagai hambatan belajar,
·
Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang
positif,
·
Memiliki motif yang tinggi untuk belajar
sepanjang hayat,
·
Memiliki keterampilan belajar yang
efektif,
·
Memiliki keterampilan keterampilan
perencanaan dan penetapan pendidikan lanjutan
·
Memiliki kesiapan diri untuk menghada
Maka
dalam hal ini bidang belajar dalam
bimbingan dan konseling menjadi monitoring diri atau self monitoring untuk para siswa sebagai pembekalan siswa untuk
bisa manajemen diri (mengontrol diri) dengan menyesuaikan dirinya terhadap
situasi lingkungan di sekitarnya.
Monitoring diri sebagai bentuk
kesadaran diri siswa
Fiske
& Taylor, (1991) menyatakan bahwa individu dengan self monitoring tinggi
juga sangat sensitive terhadap norma sosial dan berbagai situasi yang ada di
sekitarnya sehingga dapat lebih mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan
sosialnya. Hal ini mencerminkan bahwa individu dengan self monitoring yang
tinggi cenderung peka terhadap aturan yang ada di sekitar dirinya sehingga
selain berusaha untuk menampilkan dirinya sesuai dengan tuntutan situasi (Brehm
& Kassin, 1993).
Maka
dalam hal ini ketika di sekolah terdapat sebuah aturan atau yang dinamakan tata
tertib dan ketika siswa melanggar tata tertib tersebut akan diberikan sebuah
hukuman (punishment) membuat siswa
membentuk kesadaran yang ada di dalam dirinya untuk taat dan patuh terhadap
“tata tertib” sekolah. Selain itu ketika sekolah mengadakan bakti sosial,
secara tidak langsung self monitoring juga menumbuhkan jiwa sosial mereka yang
mana siswa menjadi lebih peka terhadap lingkungan sosialnya dan mampu
menyesuaikan dirinya dengan situasi yang terjadi.
Terkait
dengan bentuk kesadaran diri siswa, Bimbingan dan konseling sendiri terdapat
bidang yang memfasilitasi perkembangan konseli atau peserta didik salah satunya
yaitu bidang “Sosial”. Dimana aspek yang dikembangkan meliputi :
·
Berempati terhadap kondisi orang lain,
·
Menyesuaikan diri dengan nilai dan norma
yang berlaku,
·
Berinteraksi sosial yang efektif,
·
Bekerjasama dengan orang lain secara
bertanggung jawab.
Maka
dalam hal ini bidang sosial dalam bimbingan dan konseling menjadi monitoring
diri atau self monitoring untuk para
siswa sebagai pembekalan siswa akan kesadaran yang tinggi terhadap nilai-nilai
serta norma yang berlaku di sekolah dan masyarakat. Sehingga siswa dapat
mengetahui peran dan fungsi peran ketika berada di sebuah lingkungan.
Seperti kita ketahui bahwa monitoring diri sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan pendidikan yang berkarakter terhadap siswa. Dimana dengan adanya penanaman nilai-nilai seperti nilai kejujuran, kepercayaan, tanggung jawab. keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kedisiplinan, serta rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dapat membentuk kepribadian dan mencerminkan sikap serta perilaku dari masing-masing siswa. Monitoring diri atau self-monitoring dibagai menjadi dua, yaitu self monitoring rendah dan self monitoring tinggi. Self monitoring tinggi cenderung lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan berusaha untuk berperilaku sesuai situasi sedangkan self monitoring rendah individu menampilkan dirinya terhadap orang lain cenderung hanya didasarkan apa yang menurutnya benar.
Di
dalam bimbingan dan konseling sendiri terdapat bidang layanan yang
memfasilitasi perkembangan peserta didik yaitu bidang pribadi, belajar dan
sosial. Di dalam proses pembentukan karakter peserta didik sendiri terkait
empat bidang layanan tersebut sebagai upaya di dalam monitoring diri siswa.
Sehingga siswa dapat memahami dan menyesuaikan dirinya terhadap peran-peran yang
ia terima baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Amy Novalia Esmiati, N. P. (2020,
Januari 1). Efektivitas Pelatihan Kesadaran Diri untuk Meningkatkan Kedisplinan
Siswa. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 8, No 1, 85-95.
Asim, T. M. (2016, Agustus 02).
Pengaruh Bimbingan Manajemen Diri Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar
Siswa. Journal of EST, 2 Nomor 2(2640-1479), 105-112.
Colleen E. Carney, P. (2012). The
Consensus Sleep Diary: Standardizing Prospective Sleep Self-Monitoring. SLEEP,
35, No 2, 287-302.
Dallas Swendeman,
P. M. (2015, May 1). Smartphone self-monitoring to support self-management
among people living with HIV: Perceived benefits and theory of change from a
mixed-methods, randomized pilot study . HHS Public Acsess, 69, No 01,
02-25. doi::10.1097/QAI.0000000000000570
D'Amico, E. A. (2010).
Self-monitoring and self-management. Sao Paolo Med J., 128 No 4(4), 246.
Eka Ratnasari, W. P. (2019).
E-Monitoring Interaktif Meningkatkan Refleksi Diri, Motivasi Belajar Dan Hasil
Belajar Mahasiswa DIII Kebidanan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7, No 3(2527-8487),
97-107.
Faizatul Alimin, D. R. (2014).
Penerapan Konseling Kelompok Kognitif Perilaku Untuk Menurunkan Kecenderungan
Menarik Diri (Withdrawl) Pada Siswa Kelas X MIA 4 SMA Negeri 1 Mantup Lamongan.
Jurnal BK Unesa, 04 Nomer 03, 456-465.
Halimatus Sa'diyah, M. C. (2016,
November). Penerapan Teknik Management Untuk Meredukasi Agresifitas Remaja. Junral
Imiah Consuellia, 6, No 2, 67-78.
Hj. Epon Nur'aeni L, Y. S. (2015).
Penggunaan Instrumen Monitoring Diri Metakognisi Untuk Meningkatkan Kemampuan
Mahasiswa Menerapkan Strategi Pemecahan Masalah Matematika. 01-13.
Khaeda, A. (2015). Hubungan Antara
Self Monitoring Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 3
Purwokerto . 01-16.
Kurniawan, S. (2017). Pengaruh
Layanan Konseling Individu Dengan Teknik Self Management Untuk Meningkatkan
Kontrol Diri Siswa Pengguna Sosial Media Di SMP N 2 Semarang. 01-62.
Lestari, P. (2014, April). Self
Monitoring. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 3, No 1, 40-47.
Nurdin, G. (n.d.). Pengaruh
Pendekatan Pembelajaran Kooperatif dan Self Monitoring Siswa Terhadap Kemampuan
Berpikir Ilmiah Dalam Biologi Bagi Siswa Kelas X SMA. 01-12.
Synder, M. (1974). Self-Monitoring
of Expressive Behaviour. Journal of Personality and Social Pscychology, 30,
No. 4, 526-537.
William Braud, M. S. (1989). A
Methodology for the Objective Study of Transpersonal Imagery. Journal of
Scientific, Exploration, 3, No 1, 43-63.

Artikelnyaa sangat bermanfaat kak.. Terimakasih ilmunyaa ditunggu karya selanjutnya 👍👍👍
ReplyDeleteTerimakasih kak , siap kak😅
Deletesip
ReplyDeleteTerimakasih😁
DeleteArtikelnya bagus kak
ReplyDeleteTerimkasih banyak kak😅
DeleteMantappp
ReplyDeleteTerimakasih😁
DeleteKerennn
ReplyDeleteTerimkasih😁
DeleteMantap kakakkk
ReplyDeleteHehe, Terimakasih kakak😅
DeleteBagusss bgtt
ReplyDeleteTerimkasih banyak😁
DeleteManteb brou
ReplyDeleteHehe, Terimakasih bro😅
Deletewihh bagus dan bermanfaat sekalii
ReplyDeleteTerimakasih banyak😁
DeleteBagus kak,artikelnya bermanfaat , semangat terus ya kak
ReplyDeleteHehe, Terimakasih banyak😁😅
DeleteUwaaa terimakasihh informasinya
ReplyDeleteUwaaaa, Terimakasih jugaa kak sudah mampir😁
DeleteMantapp🥰
ReplyDeleteMakasih kak ririn🥰😅
DeleteInformasi yang disampaikan diartikel sangat informatif
ReplyDeleteHehe, Terimkasih 😁
Deletesangaat menginspirasi kak
ReplyDeleteTerimakasih kak😁
DeletePenjelasan dari artikel nya sangat jelas kak, sdh bagus.terima kasih
ReplyDeleteWah , Terimkasih banyak 😅😁
DeleteKerennnn
ReplyDeleteTerimakasih😁
DeleteBagus banget kakak vin 🌹
ReplyDeletePenjelasan artikelnya bagus dan sangat jelas 😄
Hehe, Terimakasih kak, mawarnya juga buat makasih lho😅
Deletemantap vin
ReplyDeleteTerimakasih kak dea😁
DeleteMantapp kakk, sangat bermanfaat:))
ReplyDeleteTerimakasih banyak kak😁
Deletemantappp kak
ReplyDeleteTerimakasih kak😁
Delete👍👍
ReplyDeleteTerimakasih kak😁
DeleteWah keren kak
DeleteHehe, Terimakasih kak😁
DeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih banyak kak diyah😁
DeleteMantap kak..sangat bermanfaat. Monitoring diri👍
ReplyDeleteTerimakasih banyak kak😁
Deletemantab bangett
ReplyDelete